29 June 2010 ~ 0 Comments

Menjadi Pembelajar yang Lebih Cepat dari Pesaing

Menjadi Pembelajar yang Lebih Cepat dari Pesaing

Arie de Geus dari Royal Dutch/Shell melansir pernyataanya bahwa banyak perusahaan yang tumbang (bangkrut) disebabkan karena tidak mampu belajar, non-adaftif, dan gagal menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.  Pernyataan Arie tersebut juga berlaku dengan individu per seorangan.  Apabila kita tidak belajar, tidak mengembangkan dirinya dan tidak menjadi mahluk adaftif terhadap perubahan, maka siap-siap ketinggalan kemajuan.  Tidak berkembang, selalu terjebak mental block dan selalu dalam pusaran mindset negatif.

Belajar adalah kata kunci dari pernyataan Arie tersebut.  Belajar akan menghasilkan pengetahuan (knowledge).  Siapapun, baik individu maupun organisasi yang ingin unggul dan menjadi pemimpin (leader) harus mengembangkan kemampuan belajarnya.  Namun pertanyaannya belajar seperti apa yang dimaksud oleh Arie tersebut?

Peter Senge, dalam bukunya Fifth Discipline -  The Art and Practice of  The Learning Organization” menyatakan bahwa “satu-satunya keunggulan bersaing yang lestari adalah kemampuan belajar lebih cepat dari para pesaing anda”.  Dalam pandangan Senge, belajar adalah inti sukses masa depan bagi seluruh insan.  Senge mengibaratkan setiap individu (organisasi) agar berperan sebagaimana layaknya spon penyerap, yang tiada hentinya menyerap segala perkembangan yang terjadi.  Namun harus digarisbawahi bahwa belajar saja tidak cukup dan bukan sebuah keunggulan daya saing.  Belajar yang lebih cepat dibanding pesaing adalah sebuah langkah stratejik apabila kita menginginkan kesuksesan di masa depan.

Mengapa kita harus belajar lebih cepat dari pesaing?  Tentu pertanyaan ini tidak perlu dijelaskan karena pasti pesaing kitapun belajar.  Menjadi lebih penting adalah seberapa cepat kita belajar lebih cepat dari pesaing bahkan menjadi pemenang.

Terkait dengan hal belajar lebih cepat, bagaiman prakteknya?  Apapun profesi Anda pasti tidak akan lepas dengan buku sebagai salah satu media pembelajaran. Walaupun belajar tidak mesti dengan membaca buku.  Membaca menjadi kata pertama dari firman Tuhan.  Membaca adalah salah satu cara yang dipakai untuk memperoleh informasi tersebut yang ingin kita dapatkan.  Dalam hal membaca, seberapa cepat kita membaca?   Kecepatan membaca sangat menentukan kecepatan kita mendapatkan informasi sekaligus pengetahuan.  Namun terkadang kita, sering membaca buku hanya bagian halaman depan dan beberapa halaman dalamnya saja.  Selebihnya tidak terselesaikan walaupun ketebalannya cuma 100 halaman.

Don’t worry,  ada dua kabar yang ingin saya sampikan.  Kabar pertama adalah kabar baik, tersedia teknik membaca cepat (speed reading) yang dapat membantu kita menyelesaikan membaca buku dengan cepat dan menyenangkan.  Kabar berikutnya, kabar lebih baik dari kabar pertama karena teknik speed reading tersebut dapat pelajari dari sebuah ebook yang diperoleh dengan cuma-cuma alias free.  Ebook ini ditulis oleh Mohammad Noer, silahkan kunjungi disini.

Dengan tool speed reading tersebut dan jika kita sudah berhasil menguasinya sehingga menjadi Myelin serta terus menerus mengembangkan diri, maka salah satu pilar keunggulan daya saing sudah kita genggam kita.  (RP)

Continue Reading