<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Strategi Aksi</title>
	<atom:link href="http://strategiaksi.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://strategiaksi.com</link>
	<description>Roup Purohim&#039;s personal site</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 May 2012 05:17:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Program H-100</title>
		<link>http://strategiaksi.com/program-h-100?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=program-h-100</link>
		<comments>http://strategiaksi.com/program-h-100#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 05:17:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roup Purohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[internet marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Program 100 hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://strategiaksi.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Salam Aksi, Sudah agak lama saya tidak update blog ini.  Alasan klasiknya adalah sibuk hehehhe &#8230;. Sudah hampir 2 tahun ini, saya menjajal dunia baru sebagai loncatan dari kurva saat ini ke kurva berikutnya yang lebih baik.  Banyak yang saya pelajari dengan dunia baru tersebut, dan saya cukup senang menjalaninya.  Sejauh ini cukup memberikan hasil, [...]<p><a href="http://strategiaksi.com/program-h-100">Program H-100</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Salam Aksi,</p>
<p>Sudah agak lama saya tidak update blog ini.  Alasan klasiknya adalah sibuk hehehhe &#8230;.</p>
<p>Sudah hampir 2 tahun ini, saya menjajal dunia baru sebagai loncatan dari kurva saat ini ke kurva berikutnya yang lebih baik.  Banyak yang saya pelajari dengan dunia baru tersebut, dan saya cukup senang menjalaninya.  Sejauh ini cukup memberikan hasil, walaupun belum seperti yang diharapkan.  Apa dunia baru itu?</p>
<p>Robert Kiyosaki pernah meliris pernyataan, bahwa ada 4 kendaraan yang bisa mengantarkan kepada kesuksesan dalam material.  Ke-4 nya adalah bisnis, properti, paper aset, dan internet.  Tidak disebutkan disana menjadi karyawan!  Dan saya memilih yang terakhir, yakni internet marketing.  Mengenai ini nanti saya akan cerita khusus, sampai akhirnya saya meraih ratusan (belum ribuan) dolar dari internet.</p>
<p>Setelah dalam perjalanan saya dari seorang konsultan manajemen, dan kini kembali menjadi &#8220;pekerja&#8221;, kegalauan tetap melanda.  Saya harus melakukan sesuatu yang besar, melompat dan masuk pada &#8220;kurva impian&#8221; saya.  Saya ingin menchallange diri sendiri untuk itu, dan saya ingin 100 hari ke depan atau lebih cepat setelah hari ini, saya sudah berbeda dibanding hari ini.  Insyaalloh.</p>
<p>Program 100 hari adalah program sharing yang akan saya bagikan melalui berbagai link komunitas yang ingin saya bangun dimana saya kebetulan sebagai adminnya.  Kalau tidak salah kutip, ada pernyataan bahwa orang yang mulia adalah orang yang bermanfaat buat orang lain.  Dengan harapan yang saya sharingkan itu bermanfaat.</p>
<p>Salam Sukses.</p>
<p>Roup Purohim</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://strategiaksi.com/program-h-100">Program H-100</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://strategiaksi.com/program-h-100/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Update: Bahan kuliah Manajemen Startejik</title>
		<link>http://strategiaksi.com/update-bahan-kuliah-manajemen-startejik?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=update-bahan-kuliah-manajemen-startejik</link>
		<comments>http://strategiaksi.com/update-bahan-kuliah-manajemen-startejik#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 09:33:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roup Purohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://strategiaksi.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[Salam, Kepada mahasiswa STIE Kesatuan, yang mengambil mata kuliah Manajemen Stratejik, bahan kuliah sudah saya update. Materi yang ditambahkan: 1.  Strategi pada tingkat korporate (tambahan) 2.  Strategi internasional 3.  Good Corporate Governance 4.  Struktur dan Desain Organisasi 5.  Strategic Leadership 6. Pengendalian Stratejik Silahkan di ambil  di sini Terimakasih. Update: Bahan kuliah Manajemen Startejik is [...]<p><a href="http://strategiaksi.com/update-bahan-kuliah-manajemen-startejik">Update: Bahan kuliah Manajemen Startejik</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Salam,</p>
<p>Kepada mahasiswa STIE Kesatuan, yang mengambil mata kuliah Manajemen Stratejik, bahan kuliah sudah saya update.</p>
<p>Materi yang ditambahkan:</p>
<p>1.  Strategi pada tingkat korporate (tambahan)</p>
<p>2.  Strategi internasional</p>
<p>3.  Good Corporate Governance</p>
<p>4.  Struktur dan Desain Organisasi</p>
<p>5.  Strategic Leadership</p>
<p>6. Pengendalian Stratejik</p>
<p>Silahkan di ambil  <a href="http://strategiaksi.com/downloads/">di sini </a></p>
<p>Terimakasih.</p>
<p><a href="http://strategiaksi.com/update-bahan-kuliah-manajemen-startejik">Update: Bahan kuliah Manajemen Startejik</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://strategiaksi.com/update-bahan-kuliah-manajemen-startejik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://strategiaksi.com/213?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=213</link>
		<comments>http://strategiaksi.com/213#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 10:20:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roup Purohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://strategiaksi.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[is a post from: strategi aksi<p><a href="http://strategiaksi.com/213"></a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p style="text-align: center;"><a href="http://strategiaksi.com/wp-content/uploads/2011/10/testimoni-RoupPurohim.jpg"><img class="size-full wp-image-217 alignleft" title="testimoni RoupPurohim" src="http://strategiaksi.com/wp-content/uploads/2011/10/testimoni-RoupPurohim2.jpg" alt="" width="660" height="132" /></a></p>
<p><a href="http://strategiaksi.com/213"></a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://strategiaksi.com/213/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersikap ke Masa Depan</title>
		<link>http://strategiaksi.com/bersikap-ke-masa-depan?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bersikap-ke-masa-depan</link>
		<comments>http://strategiaksi.com/bersikap-ke-masa-depan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 09:04:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roup Purohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Change Management]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[Persaingan]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pestisida]]></category>
		<category><![CDATA[Porter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://strategiaksi.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Tak dapat elakan lagi, situasi persaingan saat ini amat sangat dinamis.  Tak terkecuali bisnis di industri pestisida.  Persaingan yang terjadi sampai jauh pada tingkat produk dan eksekusi marketing komunikasinya di lapangan.  Analisa sederhananya mungkin kira-kira begini. Dengan menggunakan model kekuatan persaingan dari Poter (1985), persaingan di industri pestisida bisa dilihat dari 5 sisi kekuatan, yakni [...]<p><a href="http://strategiaksi.com/bersikap-ke-masa-depan">Bersikap ke Masa Depan</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p style="text-align: left;"><a href="http://strategiaksi.com/wp-content/uploads/2011/10/menatap-masa-depan.jpg"><img class="size-medium wp-image-206 alignleft" title="menatap-masa-depan" src="http://strategiaksi.com/wp-content/uploads/2011/10/menatap-masa-depan-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>Tak dapat elakan lagi, situasi persaingan saat ini amat sangat dinamis.  Tak terkecuali bisnis di industri pestisida.  Persaingan yang terjadi sampai jauh pada tingkat produk dan eksekusi marketing komunikasinya di lapangan.  Analisa sederhananya mungkin kira-kira begini.<br />
Dengan menggunakan model kekuatan persaingan dari Poter (1985), persaingan di industri pestisida bisa dilihat dari 5 sisi kekuatan, yakni kekuatan persaingan dalam industrinya, ancaman bagi pendatang baru, ancaman barang substitusi, daya tawar pembeli, dan daya tawar penjual.</p>
<p>Walaupun ancaman pendatang baru dalam hal ini hadirnya perusahaan baru dan molekul baru (<em>new product and new category</em>) hampir kecil, namun ancaman barang substitusi semakin meningkat.  Faktor hadirnya kekuatan perusahaan-perusahaan nasional menjadikan kekuatan daya tawar pembeli petani dan penjual (kios) meningkat.  Bagi petani, jelas mereka menginginkan produk dengan harga murah (tetapi juga efektif), dan kios menginginkan marjin penjualan yang bagus.  Kondisi seperti itu biasanya diperoleh dari produk-produk baru yang keluarkan oleh perusahaan.  Walaupun “mungkin” sebenarnya produk baru tersebut berasal dari kategori produk yang sudah lama dipasaran. <span id="more-204"></span></p>
<p>Menghadapi persaingan tersebut, secara industri sebenarnya perusahaan nasional memiliki modal untuk bersaing dengan perusahaan multi nasional.  Terutama dalam <em>pricing strategy</em> dengan memetakan level harga  2 sampai 3 level di bawah harga produk perusahaan multi nasional.  Produk-produk pestisida perusahaan nasional umumnya memiliki harga yang relatif murah sampai kompetitif dari kategori produk yang sama, karena disitulah “salah satu” strategi bersaingnya.</p>
<p>Namun tidak semua juga perusahaan nasional menerapkan strategi seperti itu.  Beberapa perusahaan menerapkan strategi bersaing yang menenempatkan dirinya bukan sebagai <em>follower</em> atau <em>real imitator</em> , namun lebih kepada <em>transformer</em> (<em>improver</em>).  Menjadi <em>follower</em> saja, saat ini sangat-sangat tidak menguntungkan, karena secara bisnis akan merugikan karena hanya mengejar keuntungan jangka pendek saja.  Dengan memposisikan sebagai <em>transformer</em>, walaupun sebagai <em>follower</em> pada mulanya tetapi terus melakukan perbaikan-perbaikan, dan berupaya melakukan <em>breakthrough </em>(terobosan).</p>
<p>Tantangannya saat ini adalah bagaimana agar perusahaan mampu meraih target jangka pendeknya, selain terus mengembangkan <em>market share</em>-nya.  Sikap dalam menghadapi situasi yang terjadi saat ini, para manajer janganlah mengambil sikap reaktif (<em>reacting</em>) terhadap setiap tindakan pesaing, namun harus mampu membuat tindakan antisipatif (<em>anticipating</em>), atau jauh lebih baik apabila berusaha untuk mampu mengendalikan (<em>leading</em>) pada situasi yang diinginkan.  Sesungguhnya persaingan itu adanya di masa depan.  Karena itu diperlukan sikap yang konsisten, persisten, dan determinasi yang kuat untuk mengelola situasi saat ini dan melakukan perubahan.  Saya yakin masih banyak peluang yang bisa diraih untuk memenangkan persaingan.   Semangkaaaa , semangat kakakaaa !!! <img src='http://strategiaksi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  (RP)</p>
<p>*) source image : <a href="http://mobavatar.com/what-s-on-your-mind/menatap-masa-depan.html">http://mobavatar.com/what-s-on-your-mind/menatap-masa-depan.html</a></p>
<p><a href="http://strategiaksi.com/bersikap-ke-masa-depan">Bersikap ke Masa Depan</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://strategiaksi.com/bersikap-ke-masa-depan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kapabilitas Unggulan</title>
		<link>http://strategiaksi.com/kapabilitas-unggulan?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kapabilitas-unggulan</link>
		<comments>http://strategiaksi.com/kapabilitas-unggulan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2011 04:37:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roup Purohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Stratejik Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[agrochemical company]]></category>
		<category><![CDATA[Agrokimia]]></category>
		<category><![CDATA[daya saing]]></category>
		<category><![CDATA[human capital development]]></category>
		<category><![CDATA[keunggulan lestari]]></category>
		<category><![CDATA[market orientation]]></category>
		<category><![CDATA[Pestisida]]></category>
		<category><![CDATA[territory management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://strategiaksi.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, persaingan di industri agrokimia dalam 5 tahun terakhir sudah sangat ketat, tidak hanya antar perusahaan multinasional, atau antar perusahaan nasional namun sudah menjadi perang terbuka antara perusahaan.  Kenapa demikian? Walapun perusahaan multinasional masih menguasai pasar hampir 80 persen dari total pasar pestisida, namun dari keragaman produk, hampir 80 persen juga produk-produk multinasional telah [...]<p><a href="http://strategiaksi.com/kapabilitas-unggulan">Kapabilitas Unggulan</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a href="http://strategiaksi.com/wp-content/uploads/2011/10/times-n-territori-management.jpg"><img class="size-full wp-image-194 alignleft" title="times n territori management" src="http://strategiaksi.com/wp-content/uploads/2011/10/times-n-territori-management.jpg" alt="" width="128" height="128" /></a>Saat ini, persaingan di industri agrokimia dalam 5 tahun terakhir sudah sangat ketat, tidak hanya antar perusahaan multinasional, atau antar perusahaan nasional namun sudah menjadi perang terbuka antara perusahaan.  Kenapa demikian?</p>
<p>Walapun perusahaan multinasional masih menguasai pasar hampir 80 persen dari total pasar pestisida, namun dari keragaman produk, hampir 80 persen juga produk-produk multinasional telah di “<em>copy</em>” oleh perusahaan nasional.  Apalagi dari kategori produk jenis glifosat, parakuat, mancozeb, dan golongan insektisida seperti sipermetrin, alfa-sipermetrin, dll).  Kategori produk ini paling banyak diketemukan di kios-kios pertanian di seluruh indonesia dari berbagai perusahaan agrokimia.</p>
<p>Perusahaan multinasional, khususnya yang memiliki produk paten, sudah pasti memiliki keunggulan daya saing.  Dan memang itulah salah satu pembeda yang cukup jelas antara perusahaan multinasional dengan nasional.  Namun demikian tidak berarti perusahaan nasional tidak memiliki daya saing.  Karena beberapa kategori produk dari perusahaan nasional cukup mampu mengambil <em>market share</em> produk dari multinasional. <span id="more-193"></span></p>
<p>Sekarang bagaimana dengan sesama perusahaan nasional yang jelas-jelas memiliki keragaman produk yang hampir sama?  Memperebutkan pasar yang besarnya tidak lebih dari 20 persen sisa pasar multinasional.  Sudah pasti dapat dibayangkan bagaimana berdarah-darahnya peta persaingan antara perusahaan nasional ini.  Karena semua perusahaan bermain di kategori produk yang sama.  Sama-sama memiliki produk yang jenis bahan aktifnya sama, kasarnya hanya berbeda merek dan harga.  Perusahaan bermain diarena samudera yang sama yaitu “samudera merah”.  Jadi kalau demikian apa yang harus dilakukan?</p>
<p>Strategi persaingan yang paling umum dilakukan adalah persaingan dalam harga, perusahaan akan menawarkan produk dengan harga murah dibanding pesaing.  Dengan harapan, apabila petani dihadapkan pada pilihan produk, mereka akan memilih harga yang paling murah.  Apakah memang seperti itu?  Rasanya tidak selalu.</p>
<p><strong>Bagaimana membangun keunggulan?</strong></p>
<p>Memang tidak salah apabila perusahaan memilih strategi harga murah, dalam menghadapi persaingan pasar yang sangat ketat, khususnya pada kategori produk tertentu seperti herbisida glifosat dan parakuat.  Tinggal mengadu seberapa dalam kantong perusahaan untuk memutar modal yang kadang baru balik 3-4 bahkan 6 bulan.  Lagi-lagi ini adalah pilihan strategi perusahaan.  Harga murah mungkin bisa meraih omset yang besar, jika diinmbangi dengan volume yang besar.  Tapi saya yakin perusahaan akan mendapatkan margin yang semakin tergerus, pada akhirnya perusahaan hanya bisa menutup biaya oprasional.  Tanpa bisa membiayai “<em>marketing expenses</em>” dan mengembangakan perusahaan.</p>
<p>Dalam Blue Ocean Strategy menurut penulis bukunya Mr Kim dan Mauborgne, kemampuan untuk berbeda dengan pesaing adalah hal yang mutlak dimiliki.  Hal ini juga senada dengan yang disampaikan Michael Poter dalam konsep Strategi Bersaing-nya, yaitu differensiasi.  Perusahaan harus mampu membuat perbedaan melalui pengelolaan kapabiliti-nya.</p>
<p>Menurut saya paling tidak ada 3 kapabiliti yang mesti dibangun apabila perusahaan apabila mengiginkan atau memiliki daya saing yang lestari, yakni kemampuan dalam hal  mengelola wilayah pemasarannya (<em>teritorial management</em>), <em>human capital development</em>, dan orientasi pasar (<em>market orientation</em>) pemasarannya.</p>
<p>Manajemen wilayah pemasaran berperan dalam membantu perusahaan dalam meningkatkan penjualan dan penguasaan distribusi produk kepada konsumen di masing-masing wilayah.  Kesuksesan manajemen wilayah pemasaran sangat dipengaruhi oleh kemampuan manajer dalam melihat potensi suatu wilayah pemasaran dan kesesuaian produk serta kreativitas pemasarannya.</p>
<p><em>Human capital development</em>, diperlukan agar dapat membangun keunggulan kompetitif yang kuat dan lestari dalam jangka panjang.  Perusahaan haruslah memiliki suatu program pembelajaran bagi para karyawanya dalam mengembangkan skill, knowledge, dan attitude para karyawannya.  Perusahaaan perlu mengembangan model <em>learning organization</em> agar perusahaan mampu secara kontinyu melanjutkan program dan mencapai misinya tanpa tergantung orang per orang.  <em>Knowledge management</em> perlu dikembangkan melalui proses pembejaraan dalam organisasi.</p>
<p>Sedangkan <em>market orientation</em> adalah orintasi yang berfokus pada upaya untuk selalu menciptakan kepuasan konsumen yang diharapkan akan membawa pengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan.  Orientasi pasar adalah budaya yang menempatkan prioritas tinggi pada setiap penciptaan dan penjagaan <em>superior customer value </em>sehingga keunggulan daya saing perusahaan dapat dicapai.</p>
<p>Nah, saya akan memulainya dari <em>territory management</em>&#8230; <em>Are you ready team</em>!</p>
<p><a href="http://strategiaksi.com/kapabilitas-unggulan">Kapabilitas Unggulan</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://strategiaksi.com/kapabilitas-unggulan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dinamika Persaingan</title>
		<link>http://strategiaksi.com/dinamika-persaingan?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dinamika-persaingan</link>
		<comments>http://strategiaksi.com/dinamika-persaingan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 03:21:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roup Purohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[capability]]></category>
		<category><![CDATA[Core competency]]></category>
		<category><![CDATA[Dinamika persaingan]]></category>
		<category><![CDATA[Persaingan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesaing]]></category>
		<category><![CDATA[Resources]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://strategiaksi.com/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[Situasi yang kompetitif dan dinamika persaingan yang semakin ketat, hendaknya perusahaan terlebih dulu menetapkan strategi apa yang akan dipakai.  Strategi ini sangat diperlukan apabila perusahaan menginginkan adanya sustainability, tidak hanya hidup untuk tahun ini, tahun depan, atau sepuluh tahun lagi, tapi jauh melebihi itu dan menjadi living company. Michael Porter (1985), dalam salah satu dari [...]<p><a href="http://strategiaksi.com/dinamika-persaingan">Dinamika Persaingan</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Situasi yang kompetitif dan dinamika persaingan yang semakin ketat, hendaknya perusahaan terlebih dulu menetapkan strategi apa yang akan dipakai.  Strategi ini sangat diperlukan apabila perusahaan menginginkan adanya sustainability, tidak hanya hidup untuk tahun ini, tahun depan, atau sepuluh tahun lagi, tapi jauh melebihi itu dan menjadi <em>living company</em>.</p>
<p>Michael Porter (1985), dalam salah satu dari empat strategi bersaingannya menyatakan bahwa keunggulan bersaingan dapat diraih dengan keunggulan biaya (<em>cost leadership</em>).  <em>Cost leadership</em> berarti bahwa perusahaan menawarkan produk kepada konsumen pada level harga bersaing terendah.  Kondisi ini diperoleh dari biaya produk yang rendah.</p>
<p>Implementasi strategi ini sudah banyak dilakukan oleh, diantaranya oleh perusahaan penerbangan seperti Lion Air dan Air Asia yang terinspirasi dari pernerbangan Southwest Airlines.  Yang terjadi pada perusahaan-perusahaan ini adalah harga murah adalah suatu bentuk konsekuensi dari operation cost yang rendah.  Karena biaya operasionalnya rendah maka mereka memberikan harga yang beberapa tingkat lebih rendah dibanding dengan perusahaan lain.  Jadi bukan merupakan strategi harga reaktif yang diakibatkan dari kompetitor yang menurunkan harga.<span id="more-189"></span></p>
<p>Hitt, Ireland dan Hoskissson (1995), mengemukakan bahwa keunggulan daya saing perusahaan dapat dicapai melalui kompetensi intinya (<em>core competence</em>).  Kompetensi ini adalah sumberdaya (<em>resources</em>) dan kemampuan (<em>capability</em>) yang merupakan sumber keunggulan dayasaing perusahaan.  Terdapat dua kata kunci yang bisa dijadikan pegangan dalam membangun keunggulan daya saing, yaitu sumber daya dan kemampuan.</p>
<p>Keberlimpahan sumberdaya bisa menjadi kekuatan daya saing, namun sifatnya tidak lestari, contohnya sumber daya alam.  Sumberdaya hanya dapat menjadi sumber daya saing jika sumber daya itu memiliki 4 prasyarat, yakni bernilai (<em>valuable</em>), jarang (<em>rare</em>), tidak dapat ditiru (<em>in-imitability</em>), dan tidak tergantikan (<em>non-substituable</em>).</p>
<p>Sedangkan <em>capability</em> adalah kemampuan untuk mengelola sumberdaya.  <em>Capability</em> ini nilainya lebih strategis dibanding resource.  Karena walaupun sumberdayanya terbatas, namun karena memiliki kemampuan yang hebat maka yang terjadi adalah sesuatu yang luar biasa.  Singapura sebagai contoh negara yang memiliki capability tinggi dengan resource yang terbatas.</p>
<p>Dengan demikian, jelas sudah bahwa fokus perusahaan apabila menginginkan keunggulan dayasaing adalah mengembangkan capablitinya.  Tinggal <em>capability</em> apa yang perusahaan inginkan. (rp)</p>
<p>&nbsp;</p>
<div style="width: 425px;"><strong style="display: block; margin: 12px 0 4px;"><a title="Dinamika persaingan" href="http://www.slideshare.net/Roup/dinamika-persaingan-9465799">Dinamika persaingan</a></strong><object id="__sse9465799" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="355" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=sm05-dinamikapersaingan-revisi-110928215943-phpapp01&amp;stripped_title=dinamika-persaingan-9465799&amp;userName=Roup" /><param name="name" value="__sse9465799" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed id="__sse9465799" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=sm05-dinamikapersaingan-revisi-110928215943-phpapp01&amp;stripped_title=dinamika-persaingan-9465799&amp;userName=Roup" name="__sse9465799" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></div>
<div id="__ss_9465799" style="width: 425px;">
<div style="padding: 5px 0 12px;">View more <a href="http://www.slideshare.net/">presentations</a> from <a href="http://www.slideshare.net/Roup">Roup Purohim</a>.</div>
</div>
<p><a href="http://strategiaksi.com/dinamika-persaingan">Dinamika Persaingan</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://strategiaksi.com/dinamika-persaingan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“Kembali ke ……!”</title>
		<link>http://strategiaksi.com/%e2%80%9ckembali-ke-%e2%80%a6%e2%80%a6%e2%80%9d?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=%25e2%2580%259ckembali-ke-%25e2%2580%25a6%25e2%2580%25a6%25e2%2580%259d</link>
		<comments>http://strategiaksi.com/%e2%80%9ckembali-ke-%e2%80%a6%e2%80%a6%e2%80%9d#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2011 03:11:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roup Purohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Agrokimia]]></category>
		<category><![CDATA[roadmap]]></category>
		<category><![CDATA[rumah perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>
		<category><![CDATA[training dan consulting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://strategiaksi.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Ingat sebuah acara di salah satu stasiun TV swasta, dengan hostnya Mr. Tukul Arwana? Ya, tepat sekali … Nama acaranya Bukan Empat Mata, sebelumnya namanya adalah Empat Mata.  Saya ingin nyinggung salah satu kata yang popular di acara tersebut adalah “Kembali ke Laptop”.  Kata tersebut, diucapkan oleh Tukul ketika dia kembali fokus pada idea atau [...]<p><a href="http://strategiaksi.com/%e2%80%9ckembali-ke-%e2%80%a6%e2%80%a6%e2%80%9d">“Kembali ke ……!”</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Ingat sebuah acara di salah satu stasiun TV swasta, dengan hostnya Mr. Tukul Arwana? Ya, tepat sekali … Nama acaranya Bukan Empat Mata, sebelumnya namanya adalah Empat Mata.  Saya ingin nyinggung salah satu kata yang popular di acara tersebut adalah “Kembali ke Laptop”.  Kata tersebut, diucapkan oleh Tukul ketika dia kembali fokus pada idea atau pertanyaan pokok yang akan ditanyakan pada tamu-tamunya.</p>
<p>Ada apa dengan kata “kembali ke ……!&#8221; dengan saya?”</p>
<p>Ya, hari ini tepatnya, 5 September 2011, saya kembali ke jalur semula dengan bekerja di industri agrikimia setelah kurang lebih 2 tahun mampir di industri <em>training</em> dan <em>consulting</em>.  Seperti dalam tulisan saya sebelumnya, saya bekerja di Rumah Perubahan, di devisi <em>Change Management Consulting</em> (CMC), yang banyak menangani training dan konsutansi dengan pendekatan “<em>change management</em>” dan “<em>strategic management</em>”.  Selama 2 tahun menjadi salah satu konsultan bisnis dan manajemen di CMC, telah membawa banyak perubahan ”<em>mindset”</em>, “<em>knowledge</em>”, <em>“skill</em>”, <em>“capability</em>” dan “<em>network</em>” yang pastinya akan sangat bermanfaat jika saya aplikasikan kembali ke dunia praktis di industri dimana saya bekerja sekarang.</p>
<p>Saya dibesarkan berkarir sejak awal di industri agrokimia ini, bermula dari perusahaan MNC Australia dari mulai <em>Market Development Executive</em> sampai dengan <em>Market Develompment Manager</em>, kemudian bergabung dengan <em>National Company</em> yang sekarang saya masuki kembali.</p>
<p>Apapun perusahaan dan jalur karir yang dipilih, penting untuk menentukan tujuan akhir mana yang akan kita tuju, walaupun dengan jalan yang tidak mesti “straight to the point”.  Seperti yang saya jalani sekarang ini.  Berpindah perusahaan, berpindah industri, berpindah karir, namun insyaalloh ini masih “<em>on the track</em>” dengan tujuan akhir yang mau saya tuju.  Karena <em>“I love everything in my live”</em>.</p>
<p>Itulah pentingnya “<em>roadmap</em>” atau peta jalan dalam karir dan kehidupan.  Ini juga yang dinamakan strategi.  Yakni dengan sumber daya dan kapabilitas yang terbataspun, fokus tetap pada tujuan akhir.</p>
<p>Bismillah…</p>
<p><a href="http://strategiaksi.com/%e2%80%9ckembali-ke-%e2%80%a6%e2%80%a6%e2%80%9d">“Kembali ke ……!”</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://strategiaksi.com/%e2%80%9ckembali-ke-%e2%80%a6%e2%80%a6%e2%80%9d/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Power of Now</title>
		<link>http://strategiaksi.com/the-power-of-now?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=the-power-of-now</link>
		<comments>http://strategiaksi.com/the-power-of-now#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2011 13:17:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roup Purohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Power of Now]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://strategiaksi.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Salam Aksi, Berikut saya sharingkan artikel mengenai pentingnya untuk berAksi, yang tidak hanya sekedar beraksi tetapi beraksi hari ini dan sekarang.  Artikel saya ambil dari Erabaru.net. Selamat membaca. &#8212;&#8212;&#8212;&#8211; Menghargai Hari ini. Hal apa pun yang terjadi di dunia ini menyerupai aliran air di sungai, yang setiap saat setiap detik selalu terjadi beraneka ragam perubahan. [...]<p><a href="http://strategiaksi.com/the-power-of-now">The Power of Now</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Salam Aksi,</p>
<p>Berikut saya sharingkan artikel mengenai pentingnya untuk berAksi, yang tidak hanya sekedar beraksi tetapi beraksi hari ini dan sekarang.  Artikel saya ambil dari <a href="http://erabaru.net/kehidupan/41-cermin-kehidupan/13844-menghargai-hari-ini">Erabaru.net</a>. Selamat membaca.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><strong>Menghargai Hari ini.</strong></p>
<p>Hal apa pun yang terjadi di dunia ini menyerupai aliran air di sungai, yang setiap saat setiap detik selalu terjadi beraneka ragam perubahan.</p>
<p>Namun di masa kini masih terdapat banyak sekali orang yang tidak mengerti akan bagaimana memanfaatkan sebaik-baiknya hari ini, dan tidak menghargai kesempatan berharga yang telah terpampang di depan mata.</p>
<p>Malah justru mencemaskan apa yang akan terjadi pada dirinya sendiri di masa mendatang nanti. Sesungguhnya waktu sama sekali tak identik dengan uang yang dapat kita tabung sebagai persediaan bila kita membutuhkannya. Yang dapat kita manfaatkan adalah waktu yang seketika ini yang telah diberikan kepada kita, yaitu hari ini, dan sekarang ini.</p>
<p>Di zaman dahulu kala di negeri Tiongkok ada seorang biksu kecil yang tugasnya adalah menyapu halaman kuil hingga bersih. Setiap hari dia harus bangun pagi-pagi sekali.</p>
<p>Sebenarnya halaman kuil sudah sangat bersih, satu-satunya yang perlu disapu adalah dedaunan kering yang rontok dan berserakan dimana-mana. Bangun di pagi hari untuk menyapu rerontokan daun adalah tugas yang sangat menyengsarakan.</p>
<p>Lebih-lebih lagi di saat peralihan musim gugur dan musim dingin setiap tahunnya. Dedaunan beterbangan memenuhi angkasa mengikuti tiupan angin dalam jumlah yang sangat banyak.</p>
<p>Dibutuhkan waktu yang sangat lama setiap paginya untuk dapat membersihkan halaman kuil dari dedaunan tersebut, hal ini sangat memusingkan kepala si biksu kecil, ia terus menerus memikirkan suatu cara yang bagus  agar dirinya bisa agak santai.</p>
<p>Kemudian ada seorang bikshu di kuil tersebut yang menganggap dirinya sendiri sangat cerdas, ia berkata pada si biksu kecil, “Besok sebelum kamu mulai menyapu, gunakanlah tenaga yang kuat untuk menggoyang-goyangkan pohon-pohon itu terlebih dulu. Agar semua dedaunan rontok. Bukankah dengan begitu lusa kamu sudah tidak perlu menyapu dedaunan lagi?”</p>
<p>Begitu mendengar perkataan tersebut si biksu kecil lantas berpikir bahwa cara tersebut adalah cara penyelesaian yang baik dan tuntas untuk selama-lamanya.</p>
<p>Maka keesokan paginya ia menggoyang setiap pohon dengan segenap kekuatannya, dengan demikian ia mengira bisa menyapu bersih semua rerontokan dedaunan yang jatuh pada hari ini dan sekaligus juga semua daun yang akan rontok keesokan harinya, sepanjang hari itu ia amat girang.</p>
<p>Namun keesokan paginya ketika si biksu kecil itu pergi ke halaman untuk melihat-lihat, ia segera tertegun : halaman itu masih seperti sedia kala, penuh dengan dedaunan yang rontok yang berserakan di mana-mana. Ketika itu pula sang kepala biara melewati tempat itu, beliau melihat keadaan si biksu kecil yang menjadi murung. Setelah menanyakan dengan jelas duduk perkaranya, beliau pun berkata pada si biksu kecil, “Anak bodoh, seberapa pun besar tenaga yang telah kau kerahkan, keesokan harinya dedaunan itu masih tetap akan rontok juga.”</p>
<p>Setiap kejadian semuanya adalah kehendak dari Langit. Terdapat sangat banyak kejadian di dunia ini yang tidak bisa kita percepat lebih awal agar terjadi sekarang.</p>
<p>Memanfaatkan dengan sebaik-baiknya hari ini merupakan sikap menghadapi kehidupan yang paling tepat. Sebenarnya kehidupan ini tidak terlalu banyak memerlukan pengaharapan atas hari esok. Karena pada hakikatnya hari esok itu masih penuh dengan ketidakpastian yang tidak dapat dijelaskan.</p>
<p>Besok, kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi, bagaimana perubahan di dalam lingkungan di sekitar kita. Karena gambaran di dalamnya itu samar-samar, menyebabkan orang sulit menyadari, sulit memahami dan sulit untuk diraba.</p>
<p>Jika seseorang semata-mata hanya mengharapkan esok hari, maka ia bisa tanpa disengaja memboroskan hari ini dengan sia-sia. Mencampakkan hari ini begitu saja, melepaskan kesempatan yang berharga, sehingga membuat waktu yang begitu indah dari hari ini terlewatkan sambil lalu dengan sia-sia.</p>
<p>Hanya waktu pada hari ini, yang benar-benar nyata. Rel kehidupan di hari ini membuat semua keberhasilan dan kegagalan yang dicapai kemarin menjadi tidak berarti, hari ini bisa menghapus air mata dan kepedihan yang dialami kemarin, membuat cita-cita kemarin terwujud pada hari ini.</p>
<p>Bisa memanfaatkan hari ini dengan sebaik mungkin berarti telah benar-benar menghargai titik terpenting dari waktu, telah menanamkan benih ketulusan dan kebaikan di tanah yang subur pada hari ini, baru dapat memperoleh suatu akhir yang bahagia di kemudian hari.</p>
<p>Menghargai hari ini, Anda tidak akan menyia-nyiakan waktu. Menghargai hari ini, Anda tidak akan melewatkan kesempatan dan nasib. Menghargai hari ini barulah Anda benar-benar menyayangi jiwa Anda sendiri. Menghargai hari ini, Anda baru akan bisa mendapatkan kehidupan yang kaya dan tanpa penyesalan</p>
<p><a href="http://strategiaksi.com/the-power-of-now">The Power of Now</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://strategiaksi.com/the-power-of-now/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen Stratejik: update materi</title>
		<link>http://strategiaksi.com/manajemen-stratejik-update-materi?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=manajemen-stratejik-update-materi</link>
		<comments>http://strategiaksi.com/manajemen-stratejik-update-materi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2011 02:57:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roup Purohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://strategiaksi.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Salam Aksi, Temen-temen mahasiswa yang mengambil mata kuliah manajemen stratejik, baik kelas pagi dan kelas karyawan, telah diupdate mengenai bahan kuliah yang akan menjadi bahan dalam Ujian Akhir Semester ini. Telah diupdate mengenai bahan kuliah untuk topik mengenai: - Strategi pada tingkat bisnis - Strategi pada tingkat korporate - Strategi internasional - Evaluasi kinerja strategi [...]<p><a href="http://strategiaksi.com/manajemen-stratejik-update-materi">Manajemen Stratejik: update materi</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Salam Aksi,</p>
<p>Temen-temen mahasiswa yang mengambil mata kuliah manajemen stratejik, baik kelas pagi dan kelas karyawan, telah diupdate mengenai bahan kuliah yang akan menjadi bahan dalam Ujian Akhir Semester ini.</p>
<p>Telah diupdate mengenai bahan kuliah untuk topik mengenai:</p>
<p>- Strategi pada tingkat bisnis</p>
<p>- Strategi pada tingkat korporate</p>
<p>- Strategi internasional</p>
<p>- Evaluasi kinerja strategi</p>
<p>Silahkan di unduh pada halaman <strong><a href="http://strategiaksi.com/downloads">berikut</a></strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sukses untuk kita semua.</p>
<p>Roup Purohim</p>
<p><a href="http://strategiaksi.com/manajemen-stratejik-update-materi">Manajemen Stratejik: update materi</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://strategiaksi.com/manajemen-stratejik-update-materi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengubah Mitos jadi Kenyataan</title>
		<link>http://strategiaksi.com/mengubah-mitos-jadi-kenyataan?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengubah-mitos-jadi-kenyataan</link>
		<comments>http://strategiaksi.com/mengubah-mitos-jadi-kenyataan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 May 2011 06:05:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roup Purohim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Adam Khoo]]></category>
		<category><![CDATA[NLP]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://strategiaksi.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Catatan: Artikel ini ditulis oleh Supardi Lee, tulisan aslinya bisa dibaca di sini, yang saya ambil di blog Pengembangan Diri karena nuansanya selaras dengan www.strategiaksi.com. Selamat menikmati. Saya berkenalan dengan Adam Khoo via Pak Tung Desem Waringin. Persisnya lewat buku Pak Tung: “Financial Revolution.“ Di buku hebat itu, Pak Tung memberi contoh kesuksesan Adam Khoo. [...]<p><a href="http://strategiaksi.com/mengubah-mitos-jadi-kenyataan">Mengubah Mitos jadi Kenyataan</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><strong>Catatan</strong>:  Artikel ini ditulis oleh <strong>Supardi Lee</strong>, tulisan aslinya bisa dibaca di <a href="http://www.pengembangandiri.com/articles/22/1/Adam-Khoo-Dicap-Bodoh-tapi-Sukses-Luar-Biasa/Page1.html"><strong>sini</strong></a>, yang saya ambil di blog <a href="http://www.pengembangandiri.com"><strong>Pengembangan Diri</strong></a> karena nuansanya selaras dengan <strong>www.strategiaksi.com</strong>.  Selamat menikmati.</p>
<p>Saya berkenalan dengan Adam Khoo via Pak Tung Desem Waringin.  Persisnya lewat buku Pak Tung: “Financial Revolution.“  Di buku hebat itu, Pak Tung memberi contoh kesuksesan Adam Khoo.  Saya kemudian sangat beruntung bisa membeli buku Adam Khoo sendiri : ”Master Your Mind, Design Your Destiny”</p>
<p>Adam Khoo, orang Singapura.  Waktu anak-anak, ia adalah penggemar berat games dan TV.  Sehari, ia bisa berjam-jam di depan TV.  Baik main PS atau nonton TV.  </p>
<p>Adam Khoo pun dikenal sebagai anak bodoh.  Ketika kelas empat SD, Ia dikeluarkan dari sekolah.  Ia pun masuk ke SD terburuk di Singapura.  Ketika akan masuk SMP, ia ditolak oleh enam SMP terbaik di sana.  Akhirnya, ia bisa masuk ke SMP terburuk di Singapura.</p>
<p>Di awal SMP, kebiasaan Adam tidak berubah.  Akibatnya, ia mendapat peringkat 10 terburuk.  Bayangkan saudara, menjadi peringkat 10 terburuk di SMP terburuk.  Bagaimana buruknya itu.<br />
<span id="more-147"></span><br />
Usia 13 tahun, ia mengikuti suatu program dari Ernest &#038; Young.  Dalam program itu, ia belajar apa yang namanya Neuro Linguistic Programme  (NLP), Accelerated Learning, dan sebagainya.</p>
<p>Program ini benar-benar bermanfaat bagi Adam.  Ia mulai mempraktekkan keterampilan barunya.  Apa yang ia lakukan setelah kembali ke sekolah?</p>
<p>Pertama ia menulis tujuannya.  Ia akan lulus dari SMP tersebut dengan nilai A semua.  Ia akan masuk ke Victoria Junior College.  SMU terbaik di Singapura.  Adam kemudian melakukan tindakan gila.  Ia umumkan tujuannya itu di depan kelasnya.  Apa yang terjadi?  Ia ditertawakan seluruh isi kelas.  Termasuk gurunya sendiri.</p>
<p>Bila anda jadi gurunya, anda pun mungkin melakukan hal yang sama.  Bagaimana mungkin seorang yang berada di urutan 10 terburuk di SMP terburuk ingin lulus dengan nilai A semua dan masuk ke SMU terbaik.</p>
<p>Tapi Adam tidak bergeming.  Tertawaan dan cemoohan guru dan teman-temannya ia jadikan sebagai sumber semangat.  Ia pikir, bila ia tidak bisa membuktikan kata-katanya, ia akan lebih ditertawakan lagi.</p>
<p>Karena itu, Adam berusaha keras.  Ia gunakan semua cara belajar hebat yang ia dapat dari program Ernest &#038;  Young.  Hasilnya luar biasa.  Adam mulai bisa menjawab pertanyaan di kelas.  Meski ia tetap ditertawakan karena membuat catatan pelajaran dengan cara yang beda dan aneh.  Ia gunakan peta pikiran yang penuh dengan gambar dan simbol untuk mencatat.</p>
<p>Akhirnya keras keras dan tekad baja Adam membuahkan hasil.  Ia lulus dari SMP itu dengan nilai A semua.  Ia berhasil masuk ke Victoria Junior College.  Di SMU terbaik ini pun, Adam tetap menjadi yang terbaik.  Ia lulus dari Victoria Junior College dengan nilai A semua dan sebagai lulusan terbaik.</p>
<p>Adam pun masuk ke National University of Singapore (NUS).  Universitas terbaik di Singapura.  Di NUS, ia berhasil masuk ke NUS Development Program.  Inilah program bagi mahasiswa Top One Percent.  Mahasiswa dengan prestasi akademis yang sempurna.  Program bagi para jenius.  Dari NUS, Adam lulus juga sebagai lulusan terbaik.</p>
<p>Itulah kesuksesan Adam di dunia akademisnya.  Bagaimana dengan dunia bisnis?  Prestasi Adam di dunia bisnis ditandai pada saat Adam berusia 26 tahun.  Ia telah memiliki empat bisnis dengan total nilai omset per tahun US$ 20 juta.</p>
<p>Kisah bisnis Adam dimulai ketika ia berusia 15 tahun.  Ia berbisnis music box.  Bisnis berikutnya adalah bisnis training dan seminar.  Pada usia 22 tahun, Adam Khoo adalah trainer tingkat nasional di Singapura.  Klien-kliennya adalah para manager dan top manager perusahaan-perusahaan di Singapura.  Bayarannya mencapai US$ 10.000 per jam.</p>
<p>Nah, sekarang mari kita merenung.  Apa sebenarnya yang terjadi dengan Adam Khoo.  Bagaimana seorang anak yang dicap bodoh, hobinya nonton TV dan main games bisa meraih sukses seperti itu?  Sukses yang mungkin sekali tidak diraih oleh teman-teman seangkatannya.  Teman-teman yang di SD-nya pintar?</p>
<p>Saya mencatat, ada tiga hal besar yang menjadi kunci sukses Adam Khoo.  Tiga kunci sukses ini pun yang menhantarkan siapapun meraih sukses.  Nah, sebutlah orang sukses yang anda kenal.  Dan perhatikan, bagaimana kondisi tiga hal berikut ini pada diri orang sukses itu:</p>
<p>1. Tujuan yang Jelas<br />
2. Keyakinan yang Benar dan Kuat<br />
3. Aksi yang tepat</p>
<p>Mari kita bahas satu per satu</p>
<p>1. Tujuan yang Jelas</p>
<p>Tujuan Adam jelas.  Ia ingin mendapat nilai A untuk semua mata pelajarannya.  Ia pun sangat jelas menginginkan masuk ke Vistoria Junior College dan National University of Singpore.  Ketika berbisnis, Adam pun membuat tujuan yang jelas.  Ia menetapkan berapa penghasilan yang ingin ia peroleh.</p>
<p>Tujuan yang jelas mempunyai kekuatan yang luar biasa.  Dengan tujuan yang jelas, orang ‘bodoh’ lainnya, Thomas Alva Edison berhasil menemukan bola lampu dan mempatenkan 1000 lebih inovasi.  Tujuan itu lah yang membuat Edison bisa bertahan pada setiap kegagalan yang terjadi.  Ia gagal dalam mencoba 10.000 jenis logam untuk bola lampunya.  Bukannya menyerah, Edison justru mengatakan :”Saya tidak gagal 10.000 kali.  Saya telah sukses 10.000 kali untuk mengetahui jenis logam yang tidak berfungsi.</p>
<p>Saya yakin anda ingin sukses.  Langkah pertama menuju kesana adalah TETAPKAN dan TULISKAN TUJUAN ANDA.  Buat tujuan yang jelas.  Misalnya pendapatan.  Jangan buat tujuan :  “Saya ingin mempunyai pendapatan sebesar-besarnya”  kenapa begitu?  Karena tujuan di atas tidak jelas.  Untuk merubahnya menjadi jelas, anda cukup mengganti sebesar-besarnya dengan angka yang anda kehendaki.  Misalnya Rp. 100 juta per bulan.  Jadi tulisan tujuan anda akan menjadi: “Saya ingin mempunyai pendapatan Rp. 100 juta per bulan.”</p>
<p>Jangan juga gunakan kata “tidak”.  Jangan membuat tujuan : “Saya tidak mau miskin lagi”  tujuan ini, meski benar, tapi menggunakan kata-kata yang negatif.  Jadi aroomanya juga negatif.  Dan sering kali apa yang tidak diinginkan itu justru benar-benar terjadi.  Kalau anda bila tidak mau miskin, mungkin anda akan tetap miskin.  kenapa begitu?  Karena otak anda hanya merekam kata miskin itu.<br />
Contoh mudah begini.  Sekarang, saya harap anda bisa membaca kalimat di bawah ini dan melakukannya:</p>
<p>“JANGAN BAYANGKAN SEEKOR MONYET YANG SEDANG NAIK SEPEDA”<br />
Apa yang terjadi?  Apakah anda justru membayangkan monyet yang sedang naik sepeda?  Padahal tulisan di atas justru melarangnya.<br />
Hal sama terjadi dengan peringatan : “Jangan Membuang Sampah di Sini“.  Apa yang terjadi di areal dengan tanda peringatan itu?  Banyak sampahnya, pasti.</p>
<p>Supaya lebih jelas, buat juga tujuan anda dengan batasan waktu tertentu.  Misalnya: “Saya ingin mempunyai pendapatan Rp. 100 juta dalam enam bulan ke depan.”</p>
<p>Tujuan yang tajam seperti ini sangat berguna.  Apa gunanya?  Ia akan memaksa pikiran anda untuk benar-benar memikirkan cara yang efektif untuk mencapainya.  Artinya anda berpikir lebih keras lagi.  Pikiran yang lebih keras akan memaksa tindakan yang lebih keras juga.  Tindakan yang yang lebih keras akan mendatangkan hasil yang lebih baik juga.</p>
<p>Misalnya sekarang, ketika anda baca buku ini.  Katakanlah anda membacanya di rumah.  Nah, sekarang praktekkan apa yang tertulis di bawah ini:</p>
<p>ANDA HARUS LONCAT DAN MENYENTUH PLAFON.</p>
<p>Apa yang anda pikir?  Kemungkinan besar anda akan berpikir: Tidak mungkin saya bisa loncat dan menyentuh plafon di atas itu.  Oke.  Tidak apa-apa.</p>
<p>Sekarang, praktekkan lagi apa yang tertulis di bawah ini:</p>
<p>“ANDA HARUS LONCAT DAN MENYENTUH PLAFON.  KALAU TIDAK BISA, ANDA AKAN DITEMBAK MATI.”</p>
<p>Bila benar-benar sebuah pistol menempel di pelipis anda dan siap ditembakkan, apa yang akan anda pikirkan?  Kemungkinan besar anda akan berpikir jauh lebih keras dari kasus yang pertama tadi. </p>
<p>Anda tidak ingin kehilangan nyawa anda.  Karena itu anda berpikir lebih keras.  Setelah itu anda mungkin berpikir :”Oh, saya taruh kursi ini di meja.  Saya naik ke atas kursi.  Setelah itu saya loncat.  Pasti bisa menyentuh plafon.”<br />
Nah, anda dapat jawabannya.  Itu karena anda berpikir lebih keras.  Meski sebabnya bukanlah sesuatu yang anda inginkan.  Bahkan itu adalah sesuatu yang menakutkan.</p>
<p>Itulah hebatnya tujuan yang jelas.  Ia bisa menggerakkan seseorang.  Ia memotivasi  orang.  Motivasi penting.  Tanpa motivasi, manusia akan seperti zombie.  Mayat berjalan.</p>
<p>Tujuan itu ada dua.  Pertama, mendapat kesenangan.   Kedua, menghindari derita.  Survei membuktikan bahwa tujuan yang kedua (menghindari derita) jauh lebih kuat dari tujuan yang pertama (mendapat kesenangan).</p>
<p>Contoh mudahnya begini.  Mana yang lebih berpengaruh pada anda?  Mendapat uang Rp. 10 juta?  Atau kehilangan uang Rp. 10 juta?  Saya yakin sekali, anda akan lebih terpengaruh oleh kehilangan uang Rp. 10 juta itu.</p>
<p>Itulah sebabnya, banyak orang kaya berasal dari orang miskin.  Mereka telah merasakan sakitnya miskin.  Mereka tidak mau terus sakit.  Itu sebabnya mereka berjuang habis-habisan keluar dari kemiskinan. </p>
<p>Tapi, banyak juga orang miskin yang ‘betah’ dalam kemiskinan.  Sampai akhirnya mereka meninggal dalam keadaan miskin.  Rasa sakit karena miskin itu tidak cukup kuat untuk membuat mereka berjuang habis-habisan. Mereka telah belajar untuk ‘menikmati’ rasa sakit karena miskin. </p>
<p>2. Keyakinan yang Benar dan Kuat</p>
<p>Adam Khoo sukses salah satunya karena ia merubah keyakinannya.  Ketika ia dicap bodoh, ia yakin bahwa ia bodoh.  Ia pun melakukan hal-hal bodoh.  Terlalu banyak nonton TV dan main games.</p>
<p>Tapi hasil pelatihannya menunjukkan bahwa keyakinan itu SALAH BESAR.  Ia pun mulai membangun keyakinan yang BENAR BESAR. </p>
<p>Keyakinan yang benar itu adalah bahwa ia justru orang yang sangat cerdas. Ia pun meninggalkan tindakan bodohnya.  Ia melakukan hal yang benar.  Hasilnya luar biasa.  Adam bisa merubah peringkatnya.  Dari peringkat 10 terburuk jadi terbaik.</p>
<p>Itulah hebatnya keyakinan.  Itu pula sebabnya mengapa semua orang sukses mempunyai keyakinan seperti Adam Khoo.  Keyakinan yang benar dan kuat.</p>
<p>Semua orang bisa sukses adalah keyakinan yang benar. Sukses tidak ditentukan oleh jenis kelamin, warna kulit, pendidikan, usia, agama, ras, suku, orang tua, bangsa, lokasi, dan sebagainya.  Sukses hanya ditentukan oleh tiga hal besar.  Tiga hal yang sedang kita bahas ini.  Tujuan, keyakinan, aksi.</p>
<p>Karena itu, mulai sekarang, bangunlah keyakinan yang benar.  Apa pun, siapa pun, bagaimana pun situasi dan kondisi anda.  Anda bisa sukses.  Saya malah yakin, setiap anda ditakdirkan sukses.</p>
<p>Keyakinan juga harus kuat.  Keyakinan salah tapi kuat akan mengalahkan keyakinan benar tapi lemah.  Misalnya anda yakin bahwa anda bisa sukses.  Tapi orang-orang sekeliling anda mengatakan sebaliknya. </p>
<p>Nah, mana yang lebih kuat pengaruhnya?  Keyakinan benar anda atau  keyakinan salah orang-orang di sekeliling anda?  Bila anda tetap bertahan pada keyakinan anda, berarti keyakinan anda kuat.  Bila anda mengikuti orang-orang di sekeliling anda, berarti keyakinan anda yang benar itu ternyata lemah.</p>
<p>Ada satu hal yang harus saya peringatkan berkaitan dengan keyakinan, yaitu:</p>
<p>Jangan Memaksakan Keyakinan Anda Pada Orang Lain Yang Berkeyakinan Berbeda.</p>
<p>Jadi, anda hanya mengungkapkan keyakinan anda sendiri.  Alasan-alasan keyakinan anda. Dan anda selalu siap mendengarkan keyakinan orang lain yang beda itu.  Jadikan perbedaan keyakinan itu sebagai berkah. </p>
<p>Jangan meributkan perbedaan keyakinan itu.  Lebih baik anda mencari persamaan dengan orang lain.  Pasti lebih banyak manfaatnya.  Baik bagi anda maupun orang lain.  Misalnya beda keyakinan. Tapi tujuan sama.  Anda tinggal ucapkan: “Sampai jumpa di tujuan kita, ya.“</p>
<p>3. Aksi yang tepat</p>
<p>Tujuan yang jelas, keyakinan yang benar dan kuat memerlukan aksi yang tepat.  Tujuan yang jelas tanpa aksi yang tepat percuma saja.  Sang tujuan pasti tidak tercapai. </p>
<p>Misalnya anda menetapkan tujuan: “Mendapat pendapatan Rp. 10 juta per bulan“.  Tapi setiap hari anda hanya nonton TV.  Pasti tujuan jelas anda itu tidak akan tercapai.</p>
<p>Demikian juga dengan keyakinan yang benar dan kuat.  Tanpa aksi, keyakinan itu tidak akan membuat anda mencapai tujuan.  Jadi, anda benar-benar membutuhkan aksi untuk mencapai tujuan.</p>
<p>Misalnya anda lapar.  Tujuan anda adalah menjadi kenyang. Anda yakin di lemari makan ada makanan.  Anda juga yakin anda bisa mengambil dan memakannya.  Tapi anda tidak bergerak.  Apakah anda akan kenyang?  Pasti tidak.</p>
<p>Jadi, apakah aksi lebih penting dari tujuan dan keyakinan?  Jelas tidak.  Tanpa tujuan, aksi anda tidak akan menghasilkan apa-apa.  Anda akan seperti mayat berjalan tanpa tujuan.  Tanpa keyakinan, anda pasti diliputi keraguan dan ketakutan.  Keraguan dan ketakutan justru membuat anda tidak bertindak sama sekali. </p>
<p>Aksi yang tepat ada tiga.  Pertama, belajar.   Kedua, praktek apa yang telah dipelajari.  Ketiga, evaluasi.<br />
Misalnya anda ingin menjadi pebisnis sukses dengan penghasilan Rp. 100 juta per bulan.  Maka anda harus belajar.  Apa yang anda pelajari?  Anda harus belajar apa-apa saja yang anda perlukan untuk jadi pebisnis sukses.  Anda harus belajar tentang ide bisnis, marketing, produk, komunikasi dengan mitra bisnis dan sebagainya. </p>
<p>Setelah belajar pada tahap tertentu, langsung praktekkan.  Dengan praktek, anda akan tahu, apakah hasil belajar anda telah cukup atau tidak.  Bila cukup, maka anda akan mencapai tujuan anda.  Bila ini yang terjadi, anda harus membuat tujuan baru.  Dan belajar lagi.</p>
<p>Bila belum cukup – berarti tujuan anda belum tercapai – maka anda harus evaluasi diri.  Apa yang masih kurang itu?  Bila sudah tahu, anda harus belajar lagi.  Begitu terus sampai tujuan anda tercapai.  Itulah aksi yang tepat.</p>
<p>Bagaimana anda bisa belajar dengan lebih baik?  Ada satu rumus yang bagus.  Belajar lah dari orang-orang yang sudah sukses. </p>
<p>Contoh sederhana bila anda ingin naik  ke puncak gunung untuk pertama kalinya.  Mana yang lebih baik?  Anda naik bersama teman-teman yang belum pernah naik gunung juga?  Atau naik gunung bersama orang yang sudah pernah naik gunung sampai ke puncaknya?    Pasti yang disebut terakhir lebih baik.</p>
<p>Karena itu belajar lah dari orang yang telah sukses.  Ingin jadi artis sukses, belajar dari artis sukses.  Ingin jadi pebisnis sukses, belajar dari pebisnis sukses.  Kemungkinan suksesnya pasti jauh lebih besar.  Selamat beraksi.  Belajar.  Praktekkan.  Evaluasi. </p>
<p><a href="http://strategiaksi.com/mengubah-mitos-jadi-kenyataan">Mengubah Mitos jadi Kenyataan</a> is a post from: <a href="http://strategiaksi.com">strategi aksi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://strategiaksi.com/mengubah-mitos-jadi-kenyataan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

